Sabtu, 26 Maret 2011

CELANA LES MERAH

GURU , ALUMNI & SISWA ( GAS ) SABAR

CELANA LES MERAH
Oleh : Sry Fahmy Batubara
Sambil menunggu masuknya karya cipta para Guru , Alumni dan Siswa ( GAS ) “ Saghang Bagheh “ SMP Negeri Natal, saya sampaikan sebuah kisah nostalgia semasa masuk di sekolah SMP Negeri 1 Natal pada Generasi ke – III Tahun 1967 bersama teman-teman lainnya dan diantaranya sudah jadi orang terkenal.
Saya , Sjahrial ( 171 ) masuk sekolah SMP bersama teman-teman yang telah berhasil seperti sdr.Drs.H.Ramli, MM ( 168 ), mantan Wakil Walkot Medan , sdr.Drs.H.Syariful Mahya Bandar , MA ( 175 ) , Kanwil Kemenag Prov.Sumut , sdr.H.Yusran SE ( 186 ) , sdr.Ir.Nasruddin Nasution ( 188 ) , sdr.H.Misdar ( 164 ) , pensiunan Lurah Pasar I Natal , sdr.Hilman ( 191 ), sdr.Umran ( 177 ), sdr. Lahuddin ( 161 ) , pensiunan PNS di Kantor Camat Natal , sdr.Isnaniyah ( 131 ), Kepala TKN Pembina Natal dan lainnya yang tak dapat disebutkan satu persatu namanya ( lihat DANA AL – SABAR Generasi ke – III Tahun 1967 dalam blogspot ini ).
Karena saya adalah berasal dari keluarga miskin dan petani berpindah-pindah, segala sesuatu kebutuhan sekolah sering terlambat di dapatkan. Waktu itu Kepala SMP Negeri Natal dijabat oleh Bapak Abdul Mutholib Lubis ( meninggal di Nata tahun 1968 dan bermakan di Bukik Lansano Nata ) dengan guru-gurunya antara lain Darwin Piliang, Sari Agut Batubara, A.Siagian ( Ilmu Ukur ) , P.Simanjuntak (Olahraga) , Rajab Nasution ( Agama Islam ) dan lainnya. Saya duduk di bangku SMP hanya selama lebih kurang 3 (tiga ) bulan, kemudian berhenti dikarenakan menerima tamparan dari seorang oknum Guru Olahraga yaitu Bapak P.Simanjuntak. Ketika kami berbaris menghadap ke Timur ( kelas VIII sekarang ), dimana saya waktu itu menderita sakit mata. Pak P.Simanjuntak menagih atau menanya keberadaan celana olahraga yang berwarna putih dengan memakai les merah. Saya menyatakan bahwa bahan celana tersebut sedang di jahit oleh Bapak Sa’adin si Tukang Jahit dan hari Rabu lusa baru siap, sedangkan pertanyaan itu datang pada hari Senin yang menunggu 2 (dua) hari lagi. Disebabkan saya menderita sakit mata , maka saya tidak bias bertatap muka dengan sang Guru Olahraga tersebut dan secara terpaksa saya menunduk kebawah karena tidak mampu menantang pancaran sinar matahari di atas Bukik Bandera itu. Dikarenakan guru tsb.menganggap saya pandang enteng, lalu dia melayangkan tamparan yang keras yang menyebabkan perasaan sakit yang saya terima. Tentu saja hal ini saya sampaikan kepada orangtua saya dan serta merta saudara kandung saya menulis sebuah surat tanggapan atas kejadian ini kepada guru yang bersangkutan melalui kepala sekolah dengan menyatakan bahwa saya tarik diri atau keluar dari SMP Negeri Natal itu. Semua guru-guru menganggap tindaka saudaraku Darwis Batubara seperti tindakan seorang aktifis PKI , sebab saat itu sedang harumnya nama PKI dalam penindasannya oleh Pemerintah.
Pantas saja ketika diterimanya salinan SK Calon PNS saya yang ditempatkan di SMPN Natal pada tahun 1983 , mereka sibuk mempermasalahkan nama saya, sebab di SK bernama Sry Fahmy Batubara, sedangkan yang mereka ketahui namaku adalah Sjahrial, sesuai dengan nama di buku penerimaan siswa SMPN Natal tahun 1967. Akhirnya mereka mengatakan “ sudah datang si PKI itu “. Dikarenakan waktu itu Kepala sekolah dijabat oleh Bapak Djailani Lubis yang memanggil saya “ Dik Sry “ ditambah dengan Kepala Tata Usaha Bapak Ibrahim Batubara , maklum saja “ Orang Semarga “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar